herewebuy.org

Berbagi Informasi Tentang Kesehatan
Beginilah Cara Kerja dan Benefit Teknologi PHEV di Mitsubishi Outlander

Beginilah Cara Kerja dan Benefit Teknologi PHEV di Mitsubishi Outlander

Mitsubishi Outlander PHEV mempunyai dua sistem penyuplai listrik. Bisa berasal dari baterai yang dayanya berasal berasal dari colokan setrum, maupun berasal dari mesin pembakaran internal yang akan menggerakkan generator untuk membuahkan listrik.

Kemudian, energi listrik itu disalurkan ke motor penggerak yang ada pada mobil tersebut. Ada dua motor listriknya, depan dan belakang. Masing-masing sanggup membuahkan tenaga 80 dk serta torsi 137 Nm dan tenaga 93 dk terhitung torsi 195 Nm.

Beginilah Cara Kerja dan Benefit Teknologi PHEV di Mitsubishi Outlander
Beginilah Cara Kerja dan Benefit Teknologi PHEV di Mitsubishi Outlander

untuk baterainya senderi dapat menampung energi maksimal 13,8 kWh dengan tegangan 800 Volt.

Department Head Technical Service Sales plus Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI), Budiarto, menjelaskan baterai di tempatkan pada anggota bawah mobil. Meski begitu posisinya safe berasal dari air gara-gara letaknya tetap di didalam sasis.

“Baterai yang digunakan pada Mitsubishi Outlander PHEV berjenis Lithium-Ion. Pemilihan baterai ini telah lewat riset dan pengembangan yang panjang,” kata Budiarto di sela-sela pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Modus berkendara

Assistant Division General Manager Product Strategy Division plus General Manager Electric Vehicle Solution Department MMC, Takashi Hiromatsu, saat mengenalkan Outlander PHEV menjelaskan, ada tiga modus berkendara yang secara otomatis diterapkan pada Outlander PHEV.

Pertama ada EV Mode. Modus ini merupakan macam pengendaraan yang tenaga penggeraknya berasal dari motor listrik. Artinya, sepanjang modus ini bekerja, akan menyedot energi berasal dari baterainya.

Bisa dibilang, ini sebagai modus awalan saat mengemudikan Outlander PHEV, utamanya kala situasi baterainya penuh, ke-2 motor listrik lah yang akan menggerakkan semua roda. Saat berkendara pun nyaris tanpa suara, senyap dan bebas emisi.

Selanjutnya, ada modus yang disebut sebagai Series Hybrid Mode. Kalau yang ini mesin pembakaran internal bekerja sebagai generator listrik bukan untuk menggerakkan mobil.

Dari paparan Hiromatsu, tenaga utamanya tetap tetap berasal berasal dari motor listrik, saat perlu tenaga yang lebih besar, mesin 2.400 cc akan hidup untuk menggerakkan generator yang membuahkan energi listrik ke baterai.

Artinya kala energi berasal dari baterai kurang untuk meningkatkan performa motor listrik, generator tadi akan memberi tambahan energi tambahan ke motor listrik depan.

Modus series ini kebanyakan bekerja saat mobil perlu tenaga besar seperti saat menanjak.

Dan ketiga ada Parallel Hybrid Mode. Seperti sebelumnya, tenaga penggerak utamanya tetap berasal dari motor listrik. Tapi mesin jadi mengintervensi dan secara periodik menggerakkan roda serta generator sebagai penghasil listrik yang disimpan di didalam baterai.

Ya, pada modus ini tenaga penggeraknya kombinasi pada motor listrik dan mesin. Modus ini cocok kala melintasi jalur tol, supaya saat digeber pada kecepatan tinggi, tenaganya jadi dan pada saat sejalan menaruh energi ke baterai.

Memanen listrik lewat regenerative braking

Lingkar kemudi Outlander PHEV terhitung disempurnakan bersama dengan tuas menyerupai paddle shift. Tapi fungsinya bukan untuk menaik atau menurunkan gigi, melainkan menjadi langkah untuk mengaktifkan regenerative braking.

Regenerative braking sendiri merupakan metode lain untuk membuahkan listrik ke baterai. Cara kerjanya bersama dengan manfaatkan energi kinetik pada momentum deselerasi atau saat pengereman.

Mekanismenya seperti ini. Saat kaki tidak menginjak pedal gas, roda yang berputar tadi akan membuahkan energi yang langsung ditangkap oleh generator.

Lalu apa faedah paddle shift tadi? Pada Outlander PHEV, tuas tersebut sebenarnya dinamakan paddle selector. Gunanya untuk menyetel tingkat kemampuan pengereman. Ada enam tingkatan yang sanggup dipilih. Level satu tekanan pengeremannya tidak benar-benar besar, dan setelah itu sampai level enam mempunyai tekanan pengereman paling besar.

Tekanan pengereman ini yang nantinya akan menyesuaikan jarak pengereman sampai selanjutnya mobil berhenti. Artinya kecuali pilih level 6, mobil akan cepat berhenti. Tapi bukan bermakna level 6 akan sedikit menyerap energi kinetik gara-gara lebih cepat berhenti, semua tergantung pada situasi jalur dan cepat lambatnya rotasi ban.

Melansir Continental Mitsubishi, didalam pengendaraan di jalur tol atau sedikit manfaatkan rem, maka mematikan faedah atau menyetelnya pada level satu direkomendasikan. Beda cerita saat kondisinya macet dan porsi pengereman lebih banyak, maka level paling tinggi diperlukan supaya tidak ada energi terbuang sia-sia.

Benefit teknologi PHEV

Secara keseluruhan, teknologi pada Outlander PHEV tawarkan langkah baru berkendara yang tidak kembali hanya berpangku pada ketersediaan bahan bakar.

Hiromatsu menjelaskan, saat baterai maupun tangki bensinnya terisi penuh, jarak tempuh Outlander PHEV sanggup benar-benar jauh.

“Bahkan jarak yang ditempuh sanggup benar-benar jauh sampai 600 km tanpa charging station (bila tidak menghimpit tombol EV). Dapat aku katakan Outlander PHEV sebagai type premium gara-gara kita integrasikan bersama dengan teknologi baru bersama dengan lebih 50 tahun penelitian dan pengembangan,” paham Hiromatsu.

Bila dianalogikan, 600 km itu sama saja jaraknya saat mengendarai mobil berasal dari Monas, Jakarta ke Wonogiri, Jawa Tengah lewat Tol Trans Jawa.

Artinya, Outlander PHEV cocok bersama dengan situasi Indonesia yang belum mempunyai jaringan pengisian baterai. Sebab, listrik yang diperlukan mobil sanggup manfaatkan dua sumber: colokan listrik dan mengoperasikan mesin untuk menggerakkan generator yang akan mengolah listrik secara mandiri.

Leave a Reply